Pengertian, Pengaruh dan Fakta tersembunyi tentang Hipertensi

Hipertensi di Indonesia lebih dikenal sebagai Tekanan Darah Tinggi, atau kadang-kadang disebut Darah Tinggi. Hipertensi adalah salah satu penyakit terbanyak yang diderita oleh orang dewasa. Sekitar 30% populasi dewasa menderita hipertensi. Hanya jumlah kunjungan wanita hamil yang mengalahkan jumlah kunjungan pasien hipertensi ke rumah sakit.

Artikel ini mencantumkan poin-poin terpenting tentang hipertensi sehingga Anda lebih memahami apa itu hipertensi.

Pengertian

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah sistolik > 140 mm Hg dan/atau diastolik > 90 mm Hg pada orang dewasa > 18 tahun, dari hasil rata-rata dua kali pengukuran pada pemeriksaan setidaknya dua kali kunjungan ke dokter, atau  tekanan darah sistolik dan diastolik normal (<140/90 mm Hg) pada mereka yang mengkonsumsi obat antihipertensi.

Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi. Tekanan darah adalah tekanan yang dialami oleh dinding arteri atau pembuluh darah. Itu sebabnya hipertensi disebut juga hipertensi arterial (arterial hypertension).

hipertensi adalah2 Hal yang Mempengaruhi Tekanan Darah

  • Curah jantung (= jumlah darah yang dipompa jantung selama 1 menit). Makin tinggi volume curah jantung, makin tinggi tekanan darah.
  • Tahanan perifer (= tahanan dinding arteri). Makin tinggi tahanannya, makin tinggi tekanan darah.

7 Fakta Dasar Hipertensi

  • Penyakit kronik yang paling sering dijumpai. Sekitar sepertiga populasi dunia menderita tekanan darah tinggi. Hal ini lebih tinggi dibanding penyakit kronik lainnya. Semakin tua usia populasi, makin tinggi angka kejadian hipertensi. Obat antihipertensi adalah obat yang paling banyak diresepkan di seluruh dunia.
  • Penyebab tidak diketahui. Pada lebih dari 90% kasus hipertensi, penyebabnya tidak dapat diidentifikasi. Itu sebabnya disebut hipertensi primer atau hipertensi esensial. Jika penyebab dapat teridentifikasi, disebut hipertensi sekunder, dimana penyebab tersering adalah kelainan ginjal.
  • Tanpa gejala. Sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan gejala apapun. Kalau pun ada, sebagian besar gejala adalah sakit kepala, terutama di bagian belakang kepala. Gejala lainnya adalah kepala rasa melayang, vertigo, atau lemas. Banyak penderita hipertensi yang baru menyadari gejala hipertensinya saat mengalami stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal.
  • Faktor resiko kardiovaskular paling umum. Di antara faktor resiko kardiovaskular utama lainnya, hipertensi masih merupakan faktor resiko paling umum terhadap terjadinya stroke dan penyakit jantung koroner.
  • Pengobatan seumur hidup. Sekali diagnosis hipertensi ditegakkan, sebagian besar penderita harus minum obat seumur hidupnya. Hipertensi memang bukan penyakit yang dapat sembuh, tapi penyakit ini dapat dikendalikan. Pada hipertensi sekunder, jika penyebab hipertensi dapat diidentifikasi dan diobati, maka biasanya obat antihipertensi tidak dibutuhkan lagi.
  • Hampir selalu disertai penyakit lainnya. Hanya sebagian kecil penderita hipertensi yang kelainannya hanya berupa peningkatan tekanan darah saja. Sebagian besar pasien juga disertai dengan faktor resiko kardiovaskular lainnya seperti obesitas, diabetes atau kadar kolesterol tinggi.

Tekanan darah sistolik lebih penting dari diastolik. Sampai tahun 1980-an tekanan darah diastolik dianggap lebih penting dibanding sistolik. Saat ini, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tekanan darah sistolik yang justru harus lebih diperhatikan karena berhubungan dengan kejadian-kejadian kardiovaskular di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *